Kamis, 02 Mei 2013

Pemakaian governor pada motor diesel kapal dengan mesin diesel konvensional

pemakaian UG pada motor diesel kapal dengan mesin diesel konvensional
Jumlah pengiriman bahan bakar dari pompa diatur oleh governor sesuai dengan kebutuhan mesin.Governor selalu berperan dan mengendalikan out put mesin. Jika terjadi dalam perubahan yang diinginkan maka governor akan segera bertindak mengatur suplay untuk mengendalikan out put. Jadi gobernor merupakan suatu alat kontrol otomatis, governor berperan mengatur kecepatan rata-rata mesin untuk penggerak mula, apabila terjadi variasi kecepatan akibat fluktuasi beban. Jika beban motor meningkat, kecepatan motor pun menurun dan wujud governor akan bertambah dengan perubahan sehingga menggerakkan katup untuk memperbanyak suplay fluida kerja untuk mengimbangi kenaikan beban motor. Jadi governor secara otomatis mengendalikan suplay ke motor bila beban berubah dan mempertahankan kecepatan rata-ratanya, di dalam batas tertentu.
Adapun bagian bagian dari komponen governor secara umum yaitu :

1. Pegas start               7. Tuas pengatur
2. Tuas penyetel             8. Bantalan antar
3. Tuas tarik                9. Bobot sentrifugal
4. Tuas antar                10. Tuas ayun
5. Pegas pengatur            11. Batang pengatur
6. Pegas tambahan ( idle )

Pada mesin diesel konvensional umumnya menggunakan governor mekanik. secara umum governor mekanik mempunyai fungsi yang sangat penting dalam pompa injeksi demi mengatur volume bahan bakar yang akan diinjeksikan dan meregulasi atau mengatur putaran mesin agar tidak terjadi kelebihan putaran,karena kita tahu bahwa semua komponen-komponen yang ada pada kendaraan mempunyai batas kemampuan. Jadi agar komponen-komponen tersebut dapat digunakan pada waktu yang lama maka kerja komponen itupun harus ada batasnya.
Aksi gaya sentrifugal, berat bola-bola dan links akan mengangkat bola-bola pada radius tertentu yang besarnya tergantung pada kecepatan motor. Bila kecepatan anguler spindle governor meningkat, maka gaya-gaya sentrifugal bola-bola menyebabkan bergeser keluar sehingga mengangkat slongsong D dengan perantaraan hirks sebelah bawah. Jika beban penggerak mula dikurangi, kecepatan akan naik, radius lintasan bola akan membesar dan slongsong akan terangkat. Gerakan ke atas slongsong memperkecip pembukaan katup dan gerakan ke bawah slongsong akan memperbesar pembukaan katup.
Bila slongsong berada di posisi paling atas, katup akan tertutup rapat. Sebaliknya bila slongsong berada di posisi paling bawah, katup akan terbuka selebar-lebarnya. Posisi tertinggi dan terendah slongsong, juga jarak perpindahan total slongsong pada umumnya dibatasi oleh dua pembatas. Besar radius lintasan bola selalu bersesuaian dengan kecepatan rotasi tertentu, sehingga motor yang dikontrol governor dapat dibatasi kecepatannya di dalam suatu range tertentu, yang diatur oleh gerak slongsong naik turun di antara dua pembatasnya.
                                   
                      Gambar governor mekanik/sentrifugal
Sedangkan pada mesin diesel kapal dengan kapasitas mesin yang jauh lebih besar dari pada mesin diesel konvensional menggunakan jenis governor pneumatic.

          Gambar governor pneumatik
Governor ini menggunakan kevakuman dari intake manifold dan mempunyai stabilitas kecepatan yang baik sekali, pneumatic governor dipasang pada bagian belakang pompa injeksi, di mana fungsi pompa injeksi bahan bakar pada motor diesel untuk memasukkan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran melalui pengabut pada saat yang telah ditetapkan dalam jumlah sesuai dengan daya yang dihasilkan.
Governor ini dipisahkan oleh diafragma menjadi 2 ruangan (ruang A dan B). Ruang A dihubungkan dengan venturi oleh selang dan dengan saringan udara oleh katup trottle, ruang B dihubungkan dengan katup throttle (venturi pembantu) bagian manifolda diagram dihubungkan dengan salah satu ujung kontrol rock dan selalu dalam keadaan terdorong oleh pegas utama ke bagian penyemprotan maksimum. Ketika mesin bekerja, diafragma ini bergerak dengan adanya perbedaan tekanan antara vacum dan saringan udara dan pengontrolan bahan bakar dipengaruhi oleh keseimbangan antara diafragma dan pegas utama. Prinsip Kerja governor pneumatic adalah pada saat mesin mati pegas pengembalian diafragma menekan diafragma dan bidang bergerigi kearah kiri pada posisi bahan bakar penuh. Jika mesin distater sumber vakum dan plat throttle bekerja mendorong difragma kearah kanan sehingga mengurangi penyaluran oleh pompa injeksi dan mengontrol kecepatan mesin sesuai dengan posisi throttle. Saat throttle dibuka supply vakum pada diafragma menurun sehingga diafragma terdesak ke kiri oleh pegas pengembalian yang memungkinkan penyaluran bahan bakar dan kecepatan mesin. vakum manifold menjadi lubang pada saat throttle penuh, sehingga pegas pengembalian mendesak diafragma pada posisi bahan bakar penuh. Vakum manifold yang tertinggi adalah pada saat posisi throttle menutup dan diafragma terdesak pegas pengembalian menggerakkan batang bergerigi pada posisi bahan bakar minimum.

3 komentar: