Jumat, 26 April 2013

FIRING ORDER mesin 4,6 dan 8 silinder


 FIRING ORDER
Ada dua cara untuk mendapatkan karakakter engine yang berbeda yaitu dengan mengubah-ubah bentuk plennum dan/atau mengubah-ubah firing order (urutan pengapian). Plennum adalah saluran masuk udara yang dimulai dari titik di lubang di atas helm pembalap sampai dengan mulut intake-runner di setiap silinder (yang di engine F1 berjumlah delapan). Sedangkan firing-order atau urutan pengapian, adalah urutan penyalaan busi pada silinder.  
Cara mengubah karakter engine dengan memainkan firing-order adalah cara yang lebih populer daripada mengubah-ubah bentuk plennum karena firing-order lebih mudah dianalisis dan mempunyai nilai kepastian yang lebih tinggi daripada cara mengubah-ubah bentuk plennum. Perubahan karakteristik pada bentuk plennum yang berbeda dipengaruhi pula oleh parameter lain seperti temperatur dan tekanan udara sekitar.
Firing-order diperlukan pada setiap engine yang mempunyai silinder lebih dari satu. Jika kita punya sepeda motor dengan dua silinder, maka pengapian businya akan terjadi bergantian antara silinder yang satu dengan silinder yang lain setiap engine berputar setengah siklus pembakaran.   Pada engine 4-langkah (4-tak) satu siklus pembakaran menempuh jarak 2 kali putaran engine atau 720º sehingga pengapian pada engine 2 silinder terjadi setiap 360º sekali. Pada engine mobil biasa yang biasanya hanya terdiri atas 4 silinder, firing-order yang paling umum adalah 1-3-4-2 karena urutan itu memberikan getaran yang paling rendah.  Dalam menentukan firing-order di engine mobil F1, selain getaran, pertimbangan penting juga diberikan pada karkateristik power yang didapat pada setiap kemungkinan firing-order. kemungkinan firing order yang memberikan karakteristik power dan torsi yang berbeda.
Firing order dan diagram kerja motor biasanya berfungsi untuk mengetahui bagaimana tiap silinder harus melakukan langkah isap-kompresi-usaha-buang secara urut dan tetap.untuk mencapai proses pembakaran pada tiap-tiap silinder tidak dibuat serentak melainkan dibuat bergantian.Urutan dari proses kerja tiap silinder ini disebut firing order.Firing order ini akan mempengaruhi bentuk poros engkol,poros cam dan pompa injeksi,Misalnya diketahui suatu kendaraan mempunyai firing order 1-3-4-2,pengertiannya adalah setelah silinder 1 melakukan langkah kompresi maka selanjutnya akan disusul langkah kompresi pada silinde 3,kemudian silinder 4 dan kemudian silinder 2. Firing order biasanya ditentukan dengan mempertimbangkan jumlah silinder dan getaran yang mungkin timbul. Firing order tiap-tiap mesin berbeda tergantung dari masing-masing produsen mesin.Firing order ini tidak perlu dirubah-rubah firin9 order yang umum digunakan adalah sebagai berikut
Tabel firing order
Jumlah Silinder
Firing Order
3
1-3-2 dan 1-2-3
4
1-3-4-2 dan 1-2-4-3
6
1-4-2-6-3-5-6 dan 1-5-3-6-2-4
8
1-8-4-3-6-5-7-2

Diagram kerja motor adalah penggambaran kerja langkah-langkah motor secara keseluruhan yang ditampilkan dalam satu diagram. Semua kerja motor digambarkandalam satu garis tegak lurus. Sumbu mendatar menggambarkan kerja dari silinder sedangkan sumbu tegak menggambarkan masing-masing silindernya. karena dalam dalam satu proses kerja motor 4 tak memerlukan 2 kali putaran poros engkol atau 720' poros engkol,maka panjang diagaram adalah 720',sedangkan tinggi diagram tergantung dari jumlah silindernya . Faktor lain yang mempengaruhi diagram kerja adalah firing order,karena itu motor yang jumlah silindernya sama tetapi firing ordernya lain maka diagram kerjanya pun akan lain. Dibawah ini ditunjukakan contoh gambar daigram kerja motor 4 tak 4 siinder dengan fo 1-3-4-2. karena  proses kerja motor 4 tak adalah 2 kali peros enkol,maka  jarak pengapian tiap silindernya adalah 720:4= 180 artinya kompresi antara silinder satu dengan urutan berikutnya adalah 180' dan juga dengan silinder seterusnya
Tabel diagram kerja
Silinder
0' (TMA)
180'
360'
720'
1
ISAP
KOMPRESI
USAHA
BUANG
2
KOMPRESI
USAHA
BUANG
ISAP
3
BUANG
ISAP
KOMPRESI
USAHA
4
USAHA
BUANG
ISAP
KOMPRESI

Dari diagaram diatas dapat dilihat bahwa saat silinder 1 pada langkah kompresi ,silinder 2 sedang langkah usaha, silinder 3 sedang langkah hisap, silinder 4 sedang langkah buang.

Pada skema di bawah ini adalah cara bekerjanya pada masing –masing  cylinder dan urutan  ke 4 gerakan dari motor  4 gerakan/ 4 tak  ;

Gerak tempuh motor = ½ putaran / 180 derajat
Jadi panjang  kotak adalah ; 4 x ½ putaran / 180 derajat =720 derajat
Urutan pengapian selalu di mulai dari  cylinder pertama yaitu  pembakaran   
a. Motor 4 cylinder
Penghisap pada motor yang bercylinder 4 mengadakan tekanan setiap krukas berputar 180 derajat.  Setelah gerakan kerja di dalam cylinder yang pertama selesai ,gerakan kerja di dalam cylinder yang kedua di mulai. Lihat  skema di bawah ini       

                                            
motor yang bercylinder  4, Dengan adanya letak sumbu engkolnya sedemikian rupa maka tertip pengapiannya atau ledakan dari ada 2 macam yaitu ; 1  -3  -4  -2   atau   1  -2  -4  -3.
b. Motor  6 cylinder 
Pada gambar di bawah ini kita bisa melihat krukas  1= 6  – 2 = 5 - 3 = 4 letaknya searah biasanya tertip letupannya adalah (  1-5-3-6-2-4  )
Kita bisa melihat gerakan kerja dimulai dari setiap cylinder .sebelum gerakan kerja dari cylinder yang dahulu selesai  sama sekali .lihatlah pada cylinder yang pertama setelah krukas berputar  120 derajat terjadilah gerakan kerja  di dalam cylinder yang ke lima . jadi jelaslah bahwa motor yang bercylinder enam berputarnya  lebih rata daripada motor yang bercylinder empat’ bahwa semakin banyak cylinder dari suatu motor di buat semakin ringan roda penerusnya  dan semakin cepat tarikannya.
urutan pengapian dari motor bercylinder 6   ada 2 macam  yaitu 1-5-3-6-2-4  /umum di  pakai dan 1-4-2-6-3-5
Kelebihan dari motor 6 cylinder  dapat menghasilkan tenaga putaran krukas yang tinggi.biasanya banyak di gunakan untuk kendaraan –kendaraan ukuran besar dan berat.ada juga motor yang di atasnya  6 cylinder yaitu   8 cylinder  dan 24 cylinder. 
Motor bisa hidup karena 3 faktor  :Normalnya  / besarnya pengapian, Lancarnya  bahan bakar, Adanya kompresi / pemampatan
c. Mesin 8 celynder
Sedangkan urutan pengapian dari motor bercylinder 8 yaitu 1-5-4-2-6-3-7-8

1 komentar: